Pernikahan : Awal dari Perjalanan Seumur Hidup

by InveeVa November 06, 2025 45

Pernikahan bukanlah akhir dari kisah pencarian cinta, melainkan awal dari perjalanan panjang yang diiringi doa, harapan, dan pengabdian. Ia bukan hanya pertemuan dua insan, tetapi pertautan dua jiwa yang berjanji untuk berjalan bersama dalam ridha Allah. Di balik keindahan akad yang sederhana, tersimpan makna mendalam tentang tanggung jawab, kasih sayang, dan perjuangan seumur hidup.


Setiap manusia pada dasarnya diciptakan dengan fitrah untuk mencintai dan dicintai. Dalam pencarian panjang itu, ada saat di mana seseorang akan menemukan pasangannya — bukan sekadar karena takdir mempertemukan, tetapi karena Allah menulis pertemuan itu jauh sebelum keduanya dilahirkan. Saat akad terucap, bukan hanya tangan yang bersatu, tetapi juga dua hati yang siap menapaki jalan baru yang penuh dengan pelajaran.


Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tidak ada yang lebih baik bagi dua orang yang saling mencintai selain pernikahan.” Dalam kalimat yang sederhana itu tersimpan pesan besar: bahwa cinta yang sejati bukan yang bebas tanpa arah, melainkan cinta yang terikat dalam janji suci. Cinta yang diikat dalam pernikahan bukan sekadar rasa, tetapi ibadah; bukan sekadar kebahagiaan, tetapi juga pengorbanan.


Dalam kehidupan rumah tangga, dua insan yang berbeda latar belakang dan cara berpikir akan belajar untuk saling memahami. Di sinilah cinta diuji dan diperteguh. Kadang ada tawa, kadang ada air mata; ada hari yang penuh cahaya, ada pula yang mendung. Namun di balik setiap perbedaan, ada kesempatan untuk menumbuhkan kasih yang lebih dalam. Karena sesungguhnya pernikahan tidak meminta kesempurnaan, melainkan kesediaan untuk tumbuh bersama.


Allah berfirman dalam surah Ar-Rum ayat 21, “Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.” Ayat ini mengajarkan bahwa ketenangan dalam pernikahan bukan datang dari rupa, harta, atau kedudukan, melainkan dari ketulusan dan rahmat yang Allah tanamkan dalam hati dua insan yang saling mencintai karena-Nya. Kasih sayang itu adalah anugerah, dan menjaga anugerah itu adalah bentuk syukur.


Namun perjalanan ini bukan tanpa ujian. Akan datang masa di mana kesabaran diuji, ketika harapan tidak selalu sejalan dengan kenyataan. Dalam momen seperti itu, pernikahan mengajarkan makna sejati dari kata "berjuang bersama". Ujian bukan pertanda akhir, tetapi peluang untuk memperkuat ikatan dan menumbuhkan keimanan. Sebab, cinta yang berlandaskan iman tidak mudah runtuh oleh badai dunia. Ia justru semakin kokoh karena Allah menjadi pusatnya.


Rasulullah SAW menegaskan, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya.” Ukuran kebaikan seseorang bukan terletak pada bagaimana ia dipandang di mata dunia, melainkan pada bagaimana ia memperlakukan pasangannya di rumah. Lembutnya sikap, sabarnya tutur, dan tulusnya perhatian adalah cermin keimanan yang sesungguhnya.


Pernikahan sejatinya adalah perjalanan spiritual. Ia mengajarkan bahwa mencintai seseorang karena Allah berarti bersedia menuntunnya menuju surga. Dalam suka dan duka, pasangan saling menjadi penopang. Dalam doa, mereka saling disebut; dalam sujud, mereka saling diharapkan. Hingga akhirnya, cinta itu tak berhenti di dunia, melainkan terus bersemi di kehidupan abadi.


Pada akhirnya, pernikahan bukan tentang mencari kebahagiaan yang sempurna, melainkan menciptakan kebahagiaan dalam kesederhanaan bersama. Ia bukan tentang menemukan seseorang yang selalu mengerti, melainkan tentang belajar memahami dalam setiap perbedaan. Setiap senyum, setiap maaf, setiap kesetiaan adalah bagian dari ibadah yang bernilai di sisi Allah.


Ketika dua hati bersatu dengan niat yang lurus, maka setiap langkah menjadi amal, setiap kata menjadi doa, dan setiap ujian menjadi ladang pahala. Itulah hakikat dari pernikahan dalam Islam — perjalanan seumur hidup untuk mencintai, berjuang, dan bertumbuh bersama, hingga Allah mempertemukan kembali di tempat terbaik yang telah dijanjikan-Nya.